Ditulis oleh Rafif Luqmanul Aziz Siregar & Farahnisa Nurulputri
Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan publik. Dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah hingga 1,2 persen terhadap dolar AS, sempat menyentuh rekor terendah di level 17.670 sebelum sedikit pulih menjelang penutupan perdagangan. Nilai tukar mata uang kini lebih rendah terhadap dolar AS dibandingkan pada masa krisis keuangan Asia tahun 1997-1998. Penurunan nilai tukar rupiah kemarin memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung lama, di mana rupiah telah melemah lebih dari 14 persen sejak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjabat pada Oktober 2024 (Strangio, 2026). Di tengah kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa masyarakat desa tidak perlu khawatir terhadap penguatan dolar sebab aktivitas transaksi sehari-hari tetap menggunakan rupiah. Pernyataan tersebut memang terdengar menenangkan, tetapi secara ekonomi kurang mencerminkan realitas struktural Indonesia yang masih bergantung pada impor, terutama di sektor energi. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor utama mengapa pelemahan rupiah memiliki dampak luas.
Jauh dari kemandirian energi, Indonesia justru semakin dalam terbenam dalam impor minyak. Berdasarkan data SKK Migas realisasi Desember 2025 menunjukan rata-rata konsumsi harian bahan bakar minyak nasional mencapai 232.417 kiloliter, sementara produksi minyak domestik hanya mampu menyuplai 81.083 kiloliter per hari kesenjangan yang menempatkan Indonesia dalam posisi sangat rentan secara struktural. Pada 2025, Indonesia mengimpor sekitar US$32,77 miliar minyak dan gas, dan karena penyesuaian harga BBM secara politik sulit dilakukan, sebagian besar biaya eksternal itu akhirnya ditanggung APBN lewat subsidi dan kompensasi energi. Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS (Assuaibi, 2026). Setiap pelemahan seratus rupiah terhadap dolar, beban impor Pertamina bertambah triliunan rupiah dalam sebulan dan beban itu pada akhirnya merambat ke harga di SPBU, biaya transportasi, hingga harga sembako di pasar desa. Dalam kerangka Ekonomi Politik Internasional, inilah yang disebut sebagai kerentanan struktural ketika kebijakan energi domestik terikat pada fluktuasi
pasar global dan mata uang asing, tidak ada segmen masyarakat yang benar-benar terisolasi dari dampaknya.
Meski warga desa tidak bertransaksi langsung dalam dolar, mereka tetap merasakan dampaknya melalui mekanisme imported inflation. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui potensi mekanisme ini dengan mencontohkan bahwa pelemahan rupiah membuat harga kacang kedelai menjadi mahal karena impor, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga tempe dan tahu. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa mayoritas transaksi impor menggunakan dolar AS, sehingga pelemahan rupiah otomatis meningkatkan biaya pembelian bahan pangan dari luar negeri dengan dampak yang diperkirakan mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga mi instan, roti, tahu-tempe, susu, dan berbagai makanan olahan lainnya. Gandum 100% masih diimpor, kedelai sekitar 90%, dan bawang putih 95%. BBM impor yang dibeli dengan dolar turut menentukan biaya logistik distribusi seluruh komoditas tersebut hingga ke pelosok desa. Pegiat perlindungan konsumen, Tulus Abadi, menegaskan bahwa pelemahan rupiah berdampak sangat buruk bagi masyarakat kelas manapun. Narasi “orang desa tidak pakai dolar” bukan hanya keliru secara ekonomi tetapi juga berbahaya karena mengaburkan urgensi reformasi struktural yang sesungguhnya dibutuhkan.
Pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan nilai tukar, melainkan cerminan rusaknya struktur ekonomi Indonesia yang masih sangat dependen pada impor energi dan pangan. Oleh sebab itu, pernyataan pemerintah yang menyepelekan dampak penguatan dolar terhadap masyarakat desa menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap realita ekonomi sehari-hari, di mana kenaikan kurs langsung memicu inflasi harga kebutuhan pokok dan mempersulit beban hidup rakyat. Pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada narasi penenang, tetapi juga mempercepat reformasi struktural melalui penguatan ketahanan energi, peningkatan produksi pangan domestik, serta pengurangan ketergantungan impor secara strategis. Selain itu, pengelolaan subsidi energi juga perlu dibuat lebih tepat sasaran agar tidak terus membebani APBN ketika rupiah melemah.
Referensi:
CNN Indonesia. (2026, May 17). Apa dampak rupiah anjlok ditekuk dolar bagi masyarakat desa. CNN Indonesia.https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260517104458-78-1359237/apa-dampak-rupiah-anjlok-ditekuk-dolar-bagi-masyarakat-desa
Strangio, S. (2026, May). Indonesian rupiah falls to new low as global oil prices surge. The Diplomat. https://thediplomat.com/2026/05/indonesian-rupiah-falls-to-new-low-as-global-oil-prices-surge/
Wirayani, P., & Toh, B. (2026). Indonesia joins global market rout, rupiah hits record low. Bloomberg. https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-05-18/indonesian-rupiah-falls-to-record-low-on-oil-as-markets-reopen
Irsan, D. (2026, May 13). Saat BBM impor menagih rupiah. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/opini/20260513172743-14-734825/saat-bbm-impor-menagih-rupiah
Yanwardhana, E. (2026, May 16). Prabowo tanggapi rupiah melemah: Rakyat desa tak pakai dolar! CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20260516185140-4-735228/prabowo-tanggapi-rupiah-melemah-rakyat-desa-tak-pakai-dolar
Hikam, H. (2026, May 18). Purbaya jelaskan maksud Prabowo sebut ‘orang desa tidak pakai dolar’. Detik Finance. https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8493812/purbaya-jelaskan-maksud-prabowo-sebut-orang-desa-tidak-pakai-dolar
Rianti, E. (2026, May 18). Rupiah tembus Rp 17.700-an, analis soroti ketergantungan terhadap impor pangan. Republika. https://ekonomi.republika.co.id/berita/tfa8x4490/rupiah-tembus-rp-17700an-analis-soroti-ketergantungan-terhadap-impor-pangan
Indonesian Petroleum Association. (2025, December). Closing 2025 and moving towards 2026: Indonesia’s oil and gas sector outlook ensures energy security. IPA. https://www.ipa.or.id/id/news/news/closing-2025-and-moving-towards-2026-indonesias-oil-and-gas-sector-outlook-ensures-energy-security
Jurnalitpln.id. (2026). Resmi! Daftar harga BBM naik 2026 & efeknya buat dompet kita. https://jurnalitpln.id/resmi-daftar-harga-bbm-naik-2026-efeknya-buat-dompet-kita/
Bella & Ardiansyah, N. (2026, May 19). Mengapa rupiah melemah bikin warga desa ikut susah? Menepis logika ‘orang desa tak pakai dolar’. Suara.com. https://www.suara.com/news/2026/05/19/193104/mengapa-rupiah-melemah-bikin-warga-desa-ikut-susah-menepis-logika-orang-desa-tak-pakai-dolar








Tinggalkan Balasan